Jumat, 08 April 2016

SOFTSKILL ORGANISASI DAN METODE

Struktur Organisasi beserta deskripsi dan metodenya



Ini adalah struktur organisasi di sebuah rumah sakit di Jakarta:



Deskripsi dan Metode:
1.     Direktur : Pimpinan tertinggi dari rumah sakit tersebut.
Membawahi Divisi Quality, Komite Medis, Wadir Adm dan Keuangan, dan Wadir Medis.
Wewenang:
Mengawasi serta mengurus kekayaan perusahaan, menunjuk,mengangkat dan memberhentikan kepala bidang Quality dan Komite Medis, menandatangani permintaan pengeluaran kas yang jumlahnya besar dan sifatnya penting menetapkan pencapaian tujuan untuk jangka panjang mengambil keputusan dan strategi bagi perusahaan.
Tugas:
Membuat rencana pengembangan dan usaha perusahaan dalam jangka pendek & panjang, memberikan laporan pertanggungjawaban kepada rapat umum pemegang saham(RUPS), bertanggung jawab penuh atas tugasnya untuk  kepentingan perseroan dalam mencapai maksud dan tujuannya.

2.    Quality : Bidang untuk menjaga kualitas dari segala bidang yang ada di rumah sakit tersebut.

Wewenang:
 Mengawasi jalannya seluruh kegiatan di rumah sakit.

Tugas:
 Menjaga kualitas di segala aspek bidang di rumah sakit tersebut.

3.    Komite Medis : Pimpinan tertinggi di bidang medis.

Wewenang:
 Mengawasi jalannya kegiatan kemedisan yang ada di rumah sakit tersebut.

Tugas:
 Membuat kebijakan untuk kepentingan pelayanan di bagian kemedisan.

4.    Wadir Adm dan Keuangan : Pimpinan tertinggi di bidang administrasi dan keuangan.

Membawahi bidang Kabag Personalia, Kabag Keuangan, Kabag Personalia, Kabag Akuntan, dan Kabag Penunjang.

Wewenang:
 Mengawasi seluruh jalannya administrasi dan keuangan.

Tugas:
Membuat kebijakan – kebijakan dalam hal administrasi dan keuangan.

5.    Wadir Medis : Wakil dari Komite Medik, sebagai pengawas sekaligus pelaksana kegiatan kemedisan.

Membawahi Kabag Perawatan, Kabag Penunjang Medis, dan Kabag MR

Tugas dan wewenang:
Mengawasi seluruh kegiatan pelayanan medis serta sebagai pihak penengah jika terjadi masalah dalam hal pelayanan medis.

Ii.        Hubungan timbal balik antara manajemen, organisasi dan tata kerja:

a. Manajemen : proses kegiatan pencapaian tujuan melalui kerja sama antar
manusia;
b. Organisasi : alat bagi pencapaian tujuan tersebut dan alat bagi
pengelompokkan kerja sama.
c. Tata Kerja : pola cara-cara bagaimana kegiatan dan kerja sama tersebut
harus dilaksanakan sehingga tujuan tercapai secara efisien.
Manajemen, organisasi dan tata kerja ketiganya diarahkan kepada tercapainya tujuan secara efisien.

III.     Mengklarifikasikan Kegiatan Dalam Organisasi

Sifat dan Maksud Organisasi dan Metode : pelayanan terhadap manajer dan administrasi yang berusaha memajukan tata cara kerja yang dipegunakan untuk pencapaian efisiensi yang maksimal pada organisasi tersebut.

Efisien : perbandingan terbalik atau rasionalitas antara hasil yang diperoleh ata output dengan kegiatan yang dilakukan serta sumber daya dan waktu yang akan digunakan.
Jika dirumuskan :
Efisien = Output Input

Cara meningkatkan efisiensi kerja :
1.      Pelaksanaan fungsi manajemen secara tepat
2.      Pemanfaatan sumber daya ekonomi yang tepat
3.      Pelaksanaan fungsi fungsi organisasi sebagai alat pencapai tujuan yang setepat
tepatnya.
4.      Pengarahan dan dinamika organisasi dilakukan untuk pengembangan dan
kemajuan yang berkesinambungan.

Kegiatan-kegiatan yang termasuk kedalam scope organisasi dan metode adalah :
1.      Analisis organisasi (organization analysis)
2.      Komunikasi dalam organisasi (communication in the organization)
3.      Tata cara kerja, prosedur kerja dan sistem kerja (work methods, procedure and
systems)
4.      Pentingnya filing dari segi organisasi dan metode
5.      Pentingnya jangka waktu penyimpanan data dan dokumen (record retention and
schedule)
6.      Pentingnya formulir dari segi organisasi dan metode
7.      Pendayagunaan mesin kantor (office machine)
8.      Pendayagunaan perabotan dan peralatan kantor (office equipment)
9.      Pentingnya tata ruang kantor dan perencanaan penyusunan ruang kerja (ofiice
layout and space planning)
10.  Pentingnya penulisan laporan dalam organisasi dan metode
11.  Pentingnya buku pedoman kerja
12.  Pentingnya organisasi dan metode anggaran belanja
13.  Analisis kepegawaian
14.  Pentingnya penyederhanaan kerja
15.  Organisasi unit dalam organisasi dan metode
16.  Kesimpulan akhir (final conclusion)

Sumber:

http://yokoisvip.blogspot.com/2012/05/klasifikasi-klasifikasi-kegiatan.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar